RSS

Sekretaris Cantik Diperkosa

18 Apr

Fabiola, yang biasa dipanggil Febby,
seorang wanita cantik berusia 25 tahun.
Febby bekerja disalah satu perusahaan
pariwisata yang cukup terkenal sebagai
sekretaris. Tubuh Febby cukup sintal dan
berisi, didukung dengan sepasang gunung kembar berukuran 36B serta
wajah yang cantik, membuat setiap pria
pasti meliriknya, setiap kali ia berjalan. Seperti biasa setiap hari Febby pergi ke
kantornya di bilangan Roxi Mas, yang
tanpa disadarinya ia dibuntuti
sekelompok pemuda iseng yang hendak
menculiknya. Sudah beberapa hari para pemuda itu
mempelajari kebiasaan Febby pergi dan
pulang kantor. Dan hari itu mereka sudah
menyusun rencana yang matang untuk
menculik Febby. Tiba-tiba dijalan yang
sepi taksi yang ditumpangi Febby dicegat secara tiba-tiba, dan sambil mengancam
sopir taksinya, mereka langsung
menyeret Febby masuk kedalam mobil
mereka, dan tancap gas keras-keras,
hingga akhirnya mobil mereka larikan
kearah pinggir kota, dimana teman- teman mereka yang lain sudah
menunggu disebuah rumah yang sudah
dipersiapkan untuk ‘mengerjai’ Febby. Didalam mobil Febby diapit oleh dua
orang pemuda berkulit hitam, sedangkan
yang dua lagi duduk dikursi depan.
Febby sudah gemetaran karena takut,
dan benar-benar tidak berdaya ketika
dua orang yang mengapitnya memegang-megang tubuhnya yang
sintal dan putih itu. Dua pasang tangan
hitam bergentayangan disekujur
tubuhnya, yang kebetulan pada hati itu
Febby mengenakan rok lebar sebatas
lutut, dengan atasan blouse putih krem yang agak tipis, hingga bra Wacoal hitam
yang dikenakannya lumayan terlihat jelas
dari balik blouse tersebut. Dengan leluasa disepanjang jalan tangan-
tangan jahil tertersebut bergentayangan
dibalik rok Febby sambil meremas-remas
paha putih mulus tersebut, hingga
akhirnya mereka tiba dirumah tersebut,
dan mobil langsung dimasukkan kedalam garasi dan rolling doorpun langsung
ditutup rapat-rapat. Febby yang sudah
terikat tangan dan kakinya, serta mulut
tersumpal dan mata ditutup saputangan
digendong masuk kedalam ruang tamu,
dan didudukkan disofa yang cukup lebar. Ikatan tangan, kaki, mulut dan mata
Febby dibuka, dan alangkah terkejutnya
ia sekitar tiga puluh pemuda yang hanya
memakai cawat memandanginya dengan
penuh nafsu seks. Tanpa menunggu lebih
lama lagi, Febby pun mulai dikerjai oleh mereka. Febby yang sudah tidak berdaya
itu hanya bisa duduk bersandar di sofa
dengan lemas ketika salah seorang lelaki
mulai membuka kancing blouse-nya satu
persatu hingga blouse putih tersebut
dicopot dari tubuh sintalnya itu. Beberapa orang lagi berusaha membuka
rok merah Febby hingga Febby pun
akhirnya hanya memakai bra hitam serta
celana dalam nylon berwarna hijau
muda, dan membuat dirinya terlihat
makin menggairahkan, dan spontan saja para pemuda berandal tersebut langsung
terlihat ereksi dengan kerasnya. Celana
dalam Febby pun langsung buru-buru
dilepas dan menjadi rebutan untuk
mereka. Febby dipaksa duduk dengan
mengangkang lebar-lebar, hingga
vagina-nya yang ditumbuhi rambut-
rambut halus itu terlihat dengan jelas, dan
mereka pun bergantian menjilati serta
menghisap-hisap bibir vagina Febby dengan nafsunya. Kepala mereka terlihat
tenggelam diantara kedua pangkal paha
Febby, sementara yang lainnya
bergantian meremas-remas kedua
gunung kembar Febby yang montok itu.
Kop BH Febby diturunkan ke bawah hingga kedua gunung kembarnya
muncul bergelayutan dengan indahnya,
dan menjadi bulan-bulanan pemuas nafsu
untuk mereka. Tidak puas dengan hanya meremas-
remas saja, beberapa orang mulai
mencoba untuk mengisap-ngisap puting
susu gunung kembar Febby yang ranum
itu, hingga akhirnya Febby pun dipaksa
oral seks untuk mereka. Bergantian mereka memaksa Febby untuk
mengulum-ngulum batang penis mereka
keluar masuk mulutnya. Kepala Febby
dipegangi dari arah belakang hingga
tidak bisa bergerak, sementara itu yang
lain bergantian mengeluar-masukkan batang penis mereka dimulut Febby yang
seksi itu hingga mentok kepangkal paha
mereka. Batang penis yang rata-rata panjangnya
17 senti itu terlihat masuk semua kedalam
mulut Febby, hingga mencapai
kerongkongannya. Tak ketinggalan
Febby pun dipaksa untuk ‘mencicipi’
buah zakar mereka secara bergantian. Sepasang buah sakar tampak terlihat
dikulum Febby hingga masuk semua
kedalam mulutnya yang mungil itu.
Wajah Febby yang cantik itu bergantian
ditekan-tekan diselangkangan para
pemuda berandal tersebut hingga buah sakar mereka masuk semua kedalam
mulutnya. Setelah puas dengan acara ‘pemanasan’
tersebut Febby pun dipaksa tiduran diatas
kanvas diruang tamu tersebut dan
dengan paha yang mengangkang lebar,
batang penispun mulai keluar masuk
vagina Febby yang masih ‘rapat’ itu, mereka dengan tidak sabarnya
bergantian menjajal vagina Febby dengan
batang penis mereka yang rata-rata
panjang dan besar itu. Bagi yang belum
kebagian jatah terpaksa memainkan-
mainkan penisnya diwajah dan mulut Febby. Beberapa orang dengan nafsunya
memukul-mukulkan batang penisnya di
wajah Febby sambil mendesah-desah
dengan nafsu. Bosan dengan gaya
tiduran, Febby dipaksa duduk di sofa lagi
dengan paha mengangkang lebar dan kembali ‘di embat’ bergantian, sementara
bibir Febby tetap sibuk dipaksa
mengulum batang penis yang tampak
mengkilat karena air liur Febby yang
menempel di batang penis tersebut. Sementara para pemuda yang mendapat
giliran mengocok vagina Febby tampak
sangat bersemangat sekali hingga bunyi
batang penis yang keluar masuk vagina
Febby terdengar sangat jelas. Hampir dua
jam sudah Febby “dikerjain” dengan intensif oleh puluhan pemuda tersebut,
hingga akhirnya satu persatu mulai
berejakulasi. Tiga puluh pemuda
mengantri Febby untuk berejakulasi
diwajah Febby yang cantik itu. Dimulai oleh empat orang berdiri
mengelilingi Febby dengan batang penis
menempel disekitar wajah Febby yang
cantik. Sementara seorang lagi mengocok
vagina Febby dengan nafsunya, hingga
akhirnya ia tak tahan lagi dan mencabut batang penisnya dari vagina Febby,
dan…. croott…. crootttt… croooottttt!!! air
mani muncrat mengenai sekujur wajah
Febby, melihat hal tersebut yang lain pun
tak mau ketinggalan dan bergantian
mengocok-ngocok batang penisnya cepat-cepat diwajah dan mulut Febby,
hingga berakhir dengan semprotan air
mani diwajahnya. Bahkan tak sedikit
mengeluarkan airmani nya didalam
mulut Febby, lalu memaksa Febby untuk
menelannya. Sekitar dua puluh menit, wajah Febby
dihujani ‘air mani’ yang kental itu, hingga
Febby terlihat basah kuyub oleh sperma
mulai dari rambut hingga gunung
kembarnya terlihat mengkilat oleh
basahnya sperma puluhan pemuda berandal tersebut. Part II Jam menunjukkan pukul jam satu siang,
dan Febby pun baru selesai ‘dikerjain’
oleh mereka, dan terlihat lemas tak
berdaya dengan muka yang masih
belepotan sperma. Tiga orang pemuda
membawa Febby kedalam kamar mandi yang terlihat sangat mewah, dan
memandikan Febby dengan air hangat
serta sabun cair yang sangat wangi.
Febby disuruh tiduran sambil direndam
air hangat, sementara ketiga pemuda
tersebut bergantian menyabuni tubuh Febby yang putih sintal itu dengan
bernafsu, sambil sesekali meremas-remas
selangkangan dan gunung kembar Febby
yang terasa licin oleh sabun tersebut.
Hingga akhirnya ketiga pemuda tersebut
sudah tidak tahan lagi dan Febby pun diperkosa lagi didalam kamar mandi itu. Mereka mengeluarkan Febby dari bak
rendam, dan dibawah pancuran air
hangat Febby dipaksa nungging, dan dua
pemuda bergantian menyetubuhi Febby
dari arah belakang, sedangkan yang
satunya mengeluarmasukkan batang penisnya di mulut Febby, sambil
memegangi rambut Febby hingga kepala
Febby tidak dapat bergerak. Setengah
jam sudah Febby ‘diobok-obok’ didalam
kamar mandi, dan diakhiri dengan
meyemprotkan air mani masing-masing didalam mulut Febby, dan tiga porsi air
mani itu dalam sekejap sudah pindah
kedalam mulut Febby, dan sisa-sisa
sperma masih terlihat berceceran
disekitar wajah Febby yang putih itu. Part III Selesai dimandikan, Febby kembali
didandani hingga terlihat sangat cantik.
Bra hitamnya yang berukuran 36B itu
kembali dipasangkan. Celana dalam nylon
Febby sudah raib jadi rebutan, hingga
vagina Febby dibiarkan terlihat, sementara beberapa pemuda berandal itu
sibuk menjepretkan kamera digitalnya
kearah Febby. Febby dipaksa berpose
dengan berbagai gaya yang sensual,
mulai dari adegan membuka bra nya
sendiri hingga duduk mengangkang sambil memasukkan batangan ketimun
kedalam vaginanya. Puas mengambil berbagai pose Febby,
seorang pemuda mengambil dua gelas
minuman dari dalam kulkas dan
sepotong hamburger untuk Febby. Dan
betapa terkejutnya Febby ketika tahu
bahwa dua gelas minuman tersebut adalah sperma yang sudah disimpan
berhari-hari di dalam kulkas. Seorang
pemuda lagi mengambil suntikan besar
tanpa jarum. Febby dipaksa membuka
mulut lebar-lebar, sementara salah
seorang menyedot sperma dalam gelas tersebut dengan suntikan besar itu,
kemudian menyuntikkannya kedalam
mulut Febby, hingga tertelan langsung
kedalam tenggorokkannya. Mereka
dengan brutalnya bergantian
menyuntikkan ‘air mani basi’ itu ke mulut Febby hingga habis satu gelas penuh.
Masih sisa satu gelas lagi, dan hamburger
untuk Febby pun diolesi penuh dengan
sperma tersebut, dan Febby pun dipaksa
makan hingga habis. Sisa sperma
sebanyak setengah gelas terpaksa disedot Febby dengan sedotan hingga tandas tak
bersisa. Selesai ‘memberi makan’ Febby, mereka
kembali mengantri Febby. Namun kali ini
Febby tidak disetubuhi, mereka hanya
memaksa Febby mengulum-ngulum
batang penis mereka dimulut Febby,
serta mengocok-ngocoknya dengan kedua tangan Febby yang lentik itu. Tiga
puluh batang penis kembali bergantian
dikulum-kulum Febby, sementara yang
lainnya memaksa Febby menggenggam
batang penisnya dengan kedua
tangannya, yang lainnya lagi sibuk memain-mainkan alat kelaminnya
diwajah dan rambut Febby. Hingga
akhirnya Febby kembali dihujani puluhan
porsi sperma segar di wajah dan
mulutnya. Pertama kali sperma muncrat
dari lubang penis tepat didepan wajah Febby hinggga tepat mengenai dahi
hingga bibir Febby, yang lainnya pun ikut
menyusul hingga puluhan semprotan
sperma berhamburan diseluruh wajah
Febby yang cantik itu. Sementara itu dua
orang pemuda dari kiri dan kanan Febby menyendoki air mani yang bertetesan di
wajah Febby, lalu menyuapinya hingga
mereka puas.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 18, 2012 in Cerita Dewasa

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: